Kelebihan kekurangan Menggoreng dengan Air Fryer: Lebih Sehatkah?

Kelebihan kekurangan Menggoreng dengan Air Fryer: Lebih Sehatkah?
courtesy flickr.com

 Kelebihan kekurangan Menggoreng dengan Air Fryer: Lebih Sehatkah?


Kesadaran akan gaya hidup sehat bikin masyarakat melirik air fryer sebagai pilihan substitusi cara penggorengan umum. Air fryer adalah alat dapur untuk menggoreng beraneka makanan tanpa atau dengan sedikit minyak. Contoh saja daging, ayam, nugget, kentang, hingga kudapan manis kering. Alat ini menjanjikan kelebihan yang tak dimiliki oleh wajan. Apalagi air fryer disebut dapat menciptakan tekstur sama renyah dengan menggoreng pada umumnya cuma dengan satu sendok makan minyak saja. Kendati sama-sama dapat menciptakan tampilan dan tekstur renyah pada masakan, sistem kerja air fryer berbeda dengan penggorengan umumnya. Air fryer bekerja dengan meniup dan mengedarkan udara panas di sekeliling makanan sehingga dapat matang dengan cepat. Sistem kerja  yang demikian mirip dengan oven konvensional. Sistem ini juga menciptakan respon kimia yang disebut efek Maillard. Efek ini terjadi saat asam amino dan sebuah gula pereduksi bereaksi dalam temperatur yang tinggi, sehingga menyebabkan perubahan warna dan rasa makanan.

Nilai lebih Air Fryer
Tidak pelak, hasil gorengan dengan air fryer disebut sebagai gorengan yang lebih sehat sebab lebih minim lemak dan kalori. Makanan yang digoreng biasanya mengandung lebih banyak lemak dan kalori ketimbang teknik memasak lainnya. Sebagai gambaran, dada ayam yang digoreng dengan minyak banyak mengandung lebih banyak lemak sekitar 30 persen ketimbang ayam panggang.

Sejumlah produsen air fryer mengklaim, alat memasak modern ini dapat mengurangi kandungan lemak gorengan hingga 75 persen. Jumlah lemak  yang demikian bisa menurun dengan signifikan sebab pemakaian minyak dalam masakan. Untuk perbandingan, resep gorengan (deep fried) biasanya memerlukan tiga cangkir (750 mililiter) minyak goreng. Padahal untuk air fryer, diperlukan minyaknya satu sendok makan (15 mililiter). Itu berarti, gorengan umumnya memerlukan minyak 50 kali lebih banyak daripada gorengan yang dimasak dengan air fryer.

1. Mengurangi kalori, menguntungkan diet
Berdasarkan Mayo Clinic, memasak dengan air fryer bisa memangkas kalori hingga 80 persen daripada menggoreng umumnya. Konsumsi makanan tinggi kalori bisa bikin berat badan melonjak dan meningkatkan risiko obesitas. Lebih-lebih lagi untuk yang tengah berupaya menurunkan berat badan, Anda mesti dapat menjaga supaya kalori yang masuk dari makanan lebih sedikit berbanding kalori atau tenaga yang dikeluarkan. Dengan mengolah makanan dengan air fryer, kalori yang dikonsumsi jadi jauh berkurang.

2. Menekan senyawa membahayakan
Kecuali tinggi lemak dan kalori, makanan yang digoreng dalam rendaman minyak bisa memicu penyusunan senyawa membahayakan seperti akrilamida. Akrilamida terwujud dari makanan kaya karbohidrat yang dimasak dalam temperatur tinggi seperti ketika digoreng. Akrilamida dilaporkan berisiko bersifat karsinogenik atau memicu kanker. Walau riset lanjutan masih dibutuhkan, International Agency for Research on Cancer menyebut akrilamida berhubungan dengan kanker ginjal, kanker endometrium, dan kanker ovarium. Memasak makanan memakai air fryer berpotensi menurunkan penyusunan akrilamida, malahan dilaporkan sampai 90 persen.

3. Hidangan renyah dan bebas minyak
Salah satu alasan orang-orang suka teknik penggorengan yaitu tekstur renyah alias crispy pada makanan yang digoreng. Memasak makanan memakai air fryer malah memberikan sajian yang mirip dengan makanan yang digoreng, yaitu renyah pada sisi luar dan lembut di dalam. Kecuali itu, air fryer bikin Anda tidak cemas terciprat minyak panas dibandingkan dikala menggoreng makanan memakai wajan.

Risiko kesehatan saat memasak dengan air fryer
Walaupun demikian, para pakar juga memperingatkan bahwa senyawa membahayakan lain masih dapat terwujud selama memasak dengan memakai temperatur tinggi. Tidak terkecuali memakai air fryer. Sebagian senyawa  yang demikian di antaranya aldehida, amina heterosiklik, dan hidrokarbon aromatik polisiklik. Ketiga senyawa itu juga meningkatkan risiko kanker alias karsinogenik. Pakar diet dari Cleveland Clinic Ariana Cucuzza, RD menceritakan, makan gorengan dari air fryer secara umum memang lebih bagus daripada gorengan biasa. "Tapi konsumsi semua ragam gorengan tetap harus diminimalkan. Karena gorengan dari air fryer dan deep fried sama-sama dimasak dengan temperatur tinggi, sehingga masih mempunyai risiko karsinogenik," ujarnya.


Related Posts:

0 Response to " Kelebihan kekurangan Menggoreng dengan Air Fryer: Lebih Sehatkah?"

Posting Komentar